Translate

Minggu, 28 Februari 2016

DIALAH CINTAKU




Puisi Amrhy_02
DIALAH CINTAKU

Aku tahu kalau aku rindu
Aku tahu begitu resah tanpanya
Aku tahu bahwa aku tak bisa berkelit
Aku tak bisa lari dari rasa hati ini
Wajahnya membuat semua rasa ini begitu nyata
Tanpanya begitu sepi dan sunyi
Laksana malam tanpa bintang penunjuk jalan
Laksana ranting kering tanpa daun
Laksana kehidupan tanpa tujuan
Semua begitu kosong tanpa rasa
Dialah cintaku
Cinta yang tak pernah mati dalam hati
Cinta yang selalu ada dan tumbuh dijiwaku
Cinta yang pernah hadir dan membuat rindu
Aku tak pernah bisa berhenti mencintainya
Merinduinya seperti hembusan nafasku
Merasakannya seperti ruh dalam tubuhku
Dialah cintaku

Bukittinggi, Februari 2016

Sabtu, 27 Februari 2016

MENGUAK RASA




Puisi Amrhy_02
MENGUAK RASA

Ketika cintaku dan dirimu bersemi
Kala gejolak cinta merasuki jiwa
Sering kudengar kalimat indah dari bibirmu
Sejuta sanjungan kau lontarkan padaku
Duniaku terasa hanya untukmu
Tak ada beban yang aku rasakan
Kala itu yang selalu kurasa lembutnya cinta kasihmu
Terlantun bagai simphoni melodi yang indah
Terlukis bagai goresan pelangi yang sempurna
Namun seiring berjalannya waktu
Hari berlalu, bulanpun kita lewati bersama
Semakin lama semakin kurasa ada yang berbeda
Kisah cinta yang kini tak seperti dulu
Sucinya kasihmu tak lagi aku rasakan
Kini hanya ada kata saling menyalahkan
Egomu, kau merasa kau yang paling benar
Kecewa dan sedih ini hanya bisa kupendam
Luka hati kutanggung sendiri

Bukittinggi, Februari 2016

Jumat, 26 Februari 2016

PESAN CINTA




Puisi Amrhy_02
PESAN CINTA

Jauh dari lubuk hatiku yang terdalam
Aku sangat menginginkamu
Kau mampu kembalikan semangatku
Setelah sekian lama meredup
Karena badai cinta yang meluluhlantakkan hati ini
Sehingga tak lagi kuyakini cinta itu ada
Tapi aku sadar
Cinta itu bukan hanya sebuah kesetiaan
Keinginan, bahkan pengorbanan tiada henti
Namun cinta itu
Mampu meleburkan berbagai perbedaan
Dengan rasa ikhlas sepenuh hati
Agar jalan cinta tak terus ternoda
Yang memicu keretakan saat kesulitan melanda
Engkau tak akan mampu menerima diriku apa adanya
Yang terlalu lemah menggenggam dunia
Jika kau memaksakan diri
Suatu ketika nanti, kau akan menyesal
Karena kehidupan masih sangat panjang
Jalan masih banyak pilihan untuk di lewati
Aku akan coba membuatmu menyadari
Kita tercipta dari dua masa yang jauh berbeda
Akan banyak kenyataan yang meruntikkan hati
Menggoyahkan semua keyakinan
Bila cinta tak melebihi karang di lautan
Akan runtuh di tengah jalan
Direntang sang waktu yang terus melaju
Masih banyak kesempatan
Kebahagian dan harapan yang mampu kau dapatkan
Semoga kau mengerti
Bila nanti aku harus pergi

Bukittinggi, Februari 2016

Kamis, 25 Februari 2016

CINTA ABADIKU





CINTA ABADIKU
Cerita Amrhy_02

Senja menepis meninggalkan sisa-sisa rona jingga yang perlahan disapu kelam. Di malam yang hanya ada aku dan sosok yang sangat aku cinta dan kasihi. Seorang ibu dan anak yang duduk santai di kursi ruang tamu istana kecil kami. Hanya ditemani secangkir teh dan beberapa potong kue yang terletak di atas meja. Aku pun memulai obrolan kecil dengan ibuku.

"Ibu, boleh aku bertanya padamu," tanyaku pada ibuku.

Ibu lantas menjawab, "Boleh anakku, tanyalah semua hal yang mau kautanyakan. Ibu akan menjawabnya semampu ibu."

"Ibu, siapa cinta pertama dan abadi Ibu?" Aku tertawa dalam hati, pasti ibu menjawab ayahku. Memang siapa lagi yang dia cintai ibuku selain ayah. Hehehe… 

Dan dengan wajah sedikit tersenyum ibu menjawab, "Anakku, cinta pertama ibu adalah Dia yang selalu menjaga ibu, menemani ibu, yang tidak pernah meninggalkan ibu walaupun seluruh dunia meninggalkan ibu, Dialah yang selalu ada saat ibu menanti malam dan menanti siang, yang selalu bisa membahagiakan ibu, yang tahu hal terbaik untuk ibu lebih dari ibu sendiri.”

Lantas aku berfikir, “Apakah yang ibu maksud ayah?” Semakin binggung aku dibuatnya dan aku pun bertanya lagi. "Apakah itu Ayah, Bu?"

Ibu pun menjawab dengan senyum yang semakin lebar, "Bukan anakku. Dia bukan ayahmu." Aku semakin bingung mendengar jawaban ibuku.

Sekarang yang menjadi pertanyaanku, “Bagaimana bisa ibu tidak memilih ayah sebagai cinta pertama dan abadinya?” Ibu pun melanjutkan perkataannya, "Sepanjang hidup ibu, ibu hanya ingin bersama-Nya, mati pun ibu ingin dengan-Nya, saat tua nanti jika ibu mulai pikun satu yang tak ingin ibu lupakan adalah Dia, karena ibu begitu takut dan begitu sakit jika lupa dengan-Nya, ibu hanya ingin menikmati indah-Nya."

"Ibu, aku mulai bingung, jika bukan ayah lalu siapa Bu?"

Ibuku pun mulai diam dan menundukkan kepala. "Anakku, maafkan ibu jika cinta pertama dan abadi ibu bukan ayahmu. Ibu tidak bisa mencintai ayahmu lebih dari rasa cinta ibu pada-Nya. Ibu tidak bisa menghianati-Nya ataupun menduakan-Nya. Cinta ayahmu adalah cinta sesaat dan cinta pada-Nya adalah cinta abadi." Ibu mulai menangis.

Aku pun memeluk ibu, aku tak menyangka jika ibu mencintai orang lain dan pertanyaanku yang konyol ini menjadikan air mata yang seharusnya tidak jatuh dari mata ibu sekarang jatuh dengan derasnya. Sekarang ibu menangis di pelukanku dan samar-samar aku mendengar ibu berkata, "Aku amat merindukan-Nya. Aku hampir mati karena mencintai-Nya."

Semakin kencang kupeluk ibu dan dalam hati biarlah rahasia ini akan kupendam dalam diamku dan aku tak akan menyakiti ayah karena jika ayah tahu bahwa ibu memiliki cinta yang lain, itu dapat menghancurkan hati ayah. Ibu masih menangis dan aku pun larut dalam air mata ibu.

"Ibu maafkan aku karena membuatmu ingat dengan-Nya, membuatmu merasa bersalah, maafkan aku Ibu."

Lalu ibu berhenti menangis dan menggenggam wajahku dan berkata, "Salah anakku, jika kau merasa bersalah, karena cinta abadi dan pertama bagi ibu adalah ALLAH. Dialah yang selalu menjaga ibu dan kau dan ingatlah hanya ALLAH yang tidak akan pernah meninggalkan kita dan tidak akan pernah ingkar atas janji-janji-Nya."

Aku pun mulai mengerti mengapa ibu menangis. Dan aku pun tersenyum karena ibu telah mengajarkan padaku bahwa aku tidak akan sendiri karena Allah selalu ada dan selalu mengawasiku.

Terima kasih Ibu, terima kasih Ya Allah karena aku tak akan pernah kecewa saat menggantungkan semua hal kepada-Mu

Bukittinggi, Januari 2016