Translate

Senin, 25 April 2016

BERTANYA



Puisi Amrhy_02
BERTANYA

Allah…
Mendengar satu ucapan kata itu
Masihkah menggetarkan hatimu kala mendengarnya?
Kalam-Nya nan syahdu mengukuhkan jiwa
Menuntun menghadapi segala yang durjana dan palsu
Allah…
Masihkah nama itu menggetarkan hatimu?
Membuat teguh segala kebenaran
Walau dirimu dikecewakan oleh dunia
Dan berani berjuang suci meski sunyi
Allah…
Mendengarnya, masihkan menggetarkan hatimu?
Menghanyutkan hati dalam sebanjir rindu
Menenggelamkan akal dalam segelombang renung
Allah…
Masihkah nama itu menggetarkan hatimu?
Membuat lisanmu kuasa mewartakan kebenaran-Nya
Tangan dan kakimu kuat menebar kebaikan-Nya

Bukittinggi

SUSUN BARISAN



Puisi Amrhy_02
SUSUN BARISAN

Amal shaleh itu berat
Jiwa cendrung akan nafsu
Maka mari mengingatkan dalam kebaikan
Ikhlas beramal itu lebih berat
Syetan tak akan biarkan kita dekat dengan-Nya
Maka mari jaga niat dalam beramal  shaleh
Celaan dan kritikan adalah tantangan ketulusan
Tabiat manusia tak siap dicela dan dikritik
Maka rahasiakanlah mengkritik
Hindarilah berbagai bentuk celaan
Kita lemah jika beramal shaleh sendirian
Kuat jika bersama-sama mengamalkan
Maka perbanyaklah teman, kurangi lawan
Bila saudara kita jatuh pada lubang maksiat
Itulah penyebab barisan kita lemah
Berkurang satu demi satu
Maka jangan pernah bahagia dengan futurnya teman

Bukittinggi

MAJULAH PEMUDA ISLAM





Puisi Amrhy_02
MAJULAH PEMUDA ISLAM

Hai kau pemuda islam
Engkau tulang punggung agama ini
Jangan kau hanya berpangku tangan
Berjuanglah demi kejayaan islam
Atas nama agama, Tuhan dan Rasul-Nya
Janganlah kau berjuang setengah hati
Janganlah berjuang atas pamrih
Lihatlah masa lalu
Ingat dan kenanglah masa kejayaan islam dulu
Kenanglah jasa para pejuang islam
Yang rela mengorbankan nyawa
Menyerahkan harta benda mereka
Meninggalkan anak, istri dan orang tua mereka
Semua demi islam
Demi kejayaan islam di muka bumi ini

Bukittinggi

Selasa, 19 April 2016

KEMBALINYA SI DIA



KEMBALINYA SI DIA
Cerpen Amrhy_02
Aku adalah seorang remaja yang berusia sembilan belas tahun, aktif di berbagai kegiatan. Baik itu kegiatan di kampus maupun di luar kampus. Tapi semua itu kujalani setengah hati. Menurutku, hidup hanyalah semu, jadi tak ada satu pun yang dapat kupercayai. Mungkin kejam, tapi aku nyaman akan hal ini.
Aku tumbuh menjadi anak yang pintar, pintar dalam hal pelajaran maupun sandiwara. Orang tuaku sangat bangga akan prestasi yang kuraih. Oh ya, aku adalah mahasiswa di Universitas terbaik di negeri ini, aku duduk di semester tiga, tingkat dua alias sudah menjadi senior. Aku punya teman yang tak pernah tahu sifat asliku, namanya Dino. Ada satu hobiku, mengamati sifat tiap orang dan dari analisisku Dino adalah anak yang baik, tapi bagi orang sepertiku, dia naif.
Setiap di depan orang aku bersikap bagai anak yang baik, namun hal itu adalah sebuah sandiwara belaka saja. Bukankah orang suka dengan anak yang baik? Hahaha lucu sekali. Mungkin kalian berpikiran jelek saat ini tentang diriku. Terserahlah, ini diriku. Aku tak peduli kalian menilai seperti apa.
Hari ini ada rapat pengurus HIMPRO aku harus hadir karena aku adalah bendaharanya. Aku harus bersiap dengan segala hal dari buku keuangan sampai hal kecil lainnya. Rapat ini berjalan lumayan singkat karena membahas rencana ketua HIMPRO untuk mengadakan studi banding dengan universitas lain untuk berbagai ilmu. Ketua HIMPRO ini memiliki sifat yang pintar mencari perhatian dan bijaksana. Penampilannya juga rapi, dia adalah incaran setiap wanita di kampusku. Maklum dia lumayan keren, namanya Randy.
"Hany, ini rincian dana yang kita perlukan untuk studi banding," kata Randy padaku.
"Oh, baiklah akan kuatur," jawabku sambil tersenyum.
"Oke, aku tunggu besok ya," kata Randy sambil berlalu pergi.
Pekerjaan lagi, aku mulai kurang tidur beberapa hari ini. Sepertinya aku akan bolos dalam beberapa mata kuliah dan tidur di UKS. Sesampainya di depan UKS aku bertemu dengan seorang mahasiswa yang sedang bingung dari penampilannya tampak seperti anak baru. Dengan tenang aku menyapa dan bertanya.
"Hai, ada yang bisa saya bantu?" Tanyaku beramah tamah.
"Aku mencari ruang dosen, di mana ya?"
"Ada di bawah sana." Jawabku sambil menunjuk ruang kantor.
"Terima kasih." Jawabnya sambil tersenyum.
Selepas mahasiswa itu pergi, segera aku masuk ke ruang UKS untuk istirahat. Lumayanlah untuk menyegarkan otakku. Selama 2 jam pelajaran aku tidur di UKS dan sekarang waktunya aku kembali ke kelas. Setibanya di kelas aku melihat keramaian.
"Ada mahasiswa baru." Kata Dino yang tiba-tiba menarik tanganku.
"Oh..." Jawabku tak peduli.
Tiba-tiba ada seseorang yang menyapaku.
"Hai, ternyata kita satu kelas ya."
"Maaf siapa ya?" Tanyaku bingung.
"Kamu lupa?" Tanyanya.
"Aku yang tadi di depan UKS." 
"Oh..."
"Hidup ini bagaikan sandiwara ya," katanya di telingaku.
Aku langsung menoleh padanya, tampak sebuah wajah yang tersenyum manis padaku. Hatiku langsung bertanya, siapa orang ini sebenarnya.

Jam pelajaran pun telah berakhir. Semua orang satu persatu mulai meninggalkan ruangan kelas. Kini yang tersisa hanya aku yang sibuk dengan gatget baruku. Hadiah ulang tahun beberapa hari yang lalu dari orang tuaku. Satu orang lainnya ya mahasiswa baru itu. Dari belakang terdengar suaranya.
“Kita pulang bareng yuk!” Ajaknya padaku.
“Pulang bareng? Emang kita udah kenal dekat?” Pikirku. Diam dan tak berucap sepatah kata pun kepadanya.
“Hany! Panggilnya lagi.
“Ya…”
“Kamu nggak ingat sama aku? Aku Zony… Anaknya tante Rose. Ingatkan? Kita dulu sering main bareng sewaktu sekolah. Kamukan yang kirim surat buat aku sewaktu perpisahan sekolah kita.” Jelasnya panjang lebar.
Alangkah malunya aku, lupa dengan sosok yang dulu kukagumi sewaktu sekolah menengah pertama. Dia kembali lagi. Dia sudah berubah. Tidak seberti bayanganku lagi. Dan ternyata dia masih ingat tentangku. Hari ini aku tidak kira akan menerima kejutan yang seperti ini. Entah apa lagi yang akan terjadi di hari-hari berikutnya. Aku tak tahu. Mungkinkah kisah aku dan Zony akan berkembang kearah yang positif. Entahlah… Waktu yang akan menjawab.